ILLEGAL STREET RACING: COUNTERMEASURES AND IMPACTS FROM A CRIMINAL POLICY PERSPECTIVE

Authors

  • Febriwandi SYAMER Faculty of Law, Ekasakti University, West Sumatra, Indonesia Author
  • Ahmad Khoirur Faculty of Law, Ekasakti University, West Sumatra, Indonesia Author

Keywords:

illegal street racing, criminal policy, juvenile delinquency, dialogue-based patrols, parental supervision, law enforcement

Abstract

Illegal street racing constitutes a form of juvenile delinquency that gives rise to legal, social, and road-safety consequences. The phenomenon should not be understood merely as a traffic violation, but also as a social problem associated with weak family control, peer-group influence, and the limited availability of legitimate avenues through which adolescents may express and develop their interests. This article examines the formulation of countermeasures against illegal street racing from a criminal policy perspective, particularly through preventive measures, dialogue-based patrols conducted by the Indonesian National Police, community policing, and parental supervision. This study employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. The findings demonstrate that illegal street racing cannot be addressed adequately through repressive measures alone; such measures must be combined with educational, humane, family-based non-penal policies. Illegal street racing is prohibited under Article 115(b) of Law Number 22 of 2009 and is punishable under Article 297 by a maximum custodial sentence of one year or a maximum fine of IDR 3,000,000.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arief, B. N. (2007). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan. Kencana.

Arief, B. N. (2010). Bunga rampai kebijakan hukum pidana: Perkembangan penyusunan konsep KUHP baru. Kencana Prenada Media Group.

Arief, B. N. (2011). Kebijakan hukum pidana: Perkembangan penyusunan KUHP baru. Kencana Prenada Media Group.

Azizah, N. H., & Aisyah, E. N. (2025). Tinjauan kriminologis terhadap anak yang melakukan aksi balap liar di Kabupaten Sintang. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 9973–9981. DOI: 10.61104/alz.v3i6.2687

Cohen, A. K. (1955). Delinquent boys: The culture of the gang. Free Press.

Cohen, L. E., & Felson, M. (1979). Social change and crime rate trends: A routine activity approach. American Sociological Review, 44(4), 588–608.

Evangelista, L., Marlinawati, V. U., & Puspitawati, T. (2018). Perilaku balap liar motor kalangan remaja: Studi fenomenologi di kawasan Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman. Berita Kedokteran Masyarakat, 34(11).

Hattu, J. (2014). Kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan anak. Jurnal Sasi, 20(2), 47–52.

Herlambang, B., & Zaky, M. (2026). Fenomena balap liar remaja di Kota Bekasi: Analisis berdasarkan Routine Activity Theory dalam konteks interaksi media sosial. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 5(3), 382–390. DOI: 10.55681/seikat.v5i3.2145

Hirschi, T. (1969). Causes of delinquency. University of California Press.

Irlanda, H. N., & Askarial, A. (2025). Dinamika sosial remaja pelaku balap liar di Kota Pekanbaru: Studi pada Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 38–47.

Kartono, K. (2014). Patologi sosial 2: Kenakalan remaja. Rajawali Pers.

Kartono, K. (2016). Patologi sosial: Kenakalan remaja. RajaGrafindo Persada.

Kurniawan, S., & Nur, M. (2023). Penanggulangan tindak pidana balapan liar di Kabupaten Aceh Tengah. Cendekia: Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora, 1(2), 161–179. DOI: 10.5281/zenodo.8116086

Latief, S. A., & Zulherawan, M. (2020). Upaya teoritis penanggulangan kenakalan anak (juvenile delinquency). Sisi Lain Realita, 5(1), 1–10. DOI: 10.25299/sisilainrealita.2020.6383

Marlina. (2009). Peradilan pidana anak di Indonesia: Pengembangan konsep diversi dan restorative justice. Refika Aditama.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Kencana.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Muladi, & Arief, B. N. (1992). Teori-teori dan kebijakan pidana. Alumni.

Nashriana. (2011). Perlindungan hukum pidana bagi anak di Indonesia. Rajawali Pers.

Paujiah, N., Ramadhani, N., Hasibuan, M., Ritonga, P. I., & Sahputra, D. (2022). Kenakalan remaja di masa pandemi COVID-19: Perilaku menyimpang balap liar di kalangan remaja Kecamatan Sipis-Pis, Serdang Bedagai. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 47–53. DOI: 10.61253/abdicendekia.v1i2.46

Perdana, F., & Erianjoni, E. (2024). Fenomena taruhan dalam aktivitas balap liar antar remaja Kota Padang. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, 7(3), 361–370. DOI: 10.24036/perspektif.v7i3.884

Pitasari, I. N., Al Faris, M. S., Mu’ammar, M. A., Pandegar, B. B., Fitria, M. I., Jamil, A. R., Musyafak, A., Saputra, F. A., Legowo, S., & Pratama, F. A. (2025). Faktor dan dampak balap liar pada siswa SMP Negeri 1 Jatirogo. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(7), 694–701.

Putra, H. P., Earlyanti, N. I., Wijaya, O. Y. A., & Laoli, E. (2026). Efektivitas strategi patroli Satuan Lalu Lintas dalam upaya preventif terhadap aksi balap liar di Polres Jember. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(4), 2703–2712.

Republic of Indonesia. (2009). Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation. State Gazette of the Republic of Indonesia of 2009 Number 96.

Republic of Indonesia. (2012). Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. State Gazette of the Republic of Indonesia of 2012 Number 153.

Sadijono. (2010). Memahami hukum kepolisian. LaksBang Pressindo.

Setiawan, S. V., Nuristiningsih, D., & Candra, A. (2025). Efektivitas patroli aparat kepolisian sebagai upaya pencegahan balap liar di wilayah hukum Polresta Kota Bengkulu. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 7308–7316. DOI: 10.61104/alz.v3i5.2371

Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2015). Pengantar penelitian hukum. UI Press.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Setya Hadi, H., Rauf, R., Agus Salim, & Kevin Maulana Firdaus. (2026). Smart Seismic Intelligence Machine Learning for Spatial Clustering and Earthquake Magnitude Prediction in Indonesia. JOURNAL ZETROEM, 8(1), 65–72. https://doi.org/10.36526/ztr.v8i1.7615

Hadi, H. S., Kom, S., & Kom, M. (2025). Penerapan IOT Pada Smart Farming. Satu. Diedit oleh US Hidayatun. Yogyakarta: Yayasan Putra Adi Dharma.

Sudarto. (1981). Hukum dan hukum pidana. Alumni.

Sumara, D., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Kenakalan remaja dan penanganannya. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 97–103. DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14393

Sutherland, E. H., & Cressey, D. R. (1978). Criminology. J. B. Lippincott.

Swasana, A. F. (2015). Penegakan Pasal 115 tentang balap liar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Novum: Jurnal Hukum, 2(3).

Wahyudi, S. (2011). Implementasi ide diversi dalam pembaruan sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Genta Publishing.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

ILLEGAL STREET RACING: COUNTERMEASURES AND IMPACTS FROM A CRIMINAL POLICY PERSPECTIVE. (2026). Journal of Legal Studies & Legality, 2(1), 45-54. https://legalityjournal.com/index.php/jlsl/article/view/11